“In this economy, jualan tanpa riset itu seperti menjalankan bisnis tanpa panduan maps, salah arah terus sampai bensinnya habis.”
Pesan tersebut berulang kali disampaikan oleh Konsultan UMKM Aziz Setyawijaya kepada para peserta pelatihan “Literasi Digital Lanjutan untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Berbasis Internet” yang berlangsung di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3), Maros, Sulawesi Selatan pada Rabu (4/2/2026).
Dalam sesi materi bertajuk “Optimalisasi Penjualan dan Produksi dengan Pemanfaatan AI”, Aziz menekankan pentingnya riset pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat. Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM sebagai alat bantu untuk memahami pasar sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

“AI bisa menjadi asisten usaha yang membantu pelaku UMKM membaca tren pasar, memprediksi permintaan produk, hingga merancang strategi pemasaran yang lebih tepat. Dengan riset yang baik, pelaku usaha tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan, tetapi memiliki dasar data untuk mengambil keputusan,” ujar Aziz.
Pemanfaatan AI dinilai mampu membantu UMKM mengoptimalkan proses produksi maupun penjualan. Melalui analisis data dan tren konsumen, pelaku usaha dapat mengetahui produk apa yang sedang diminati, menentukan jumlah produksi yang lebih tepat, serta menyesuaikan strategi pemasaran agar lebih efektif menjangkau pelanggan.
Aziz menegaskan bahwa kemampuan membaca pasar dan memanfaatkan teknologi menjadi faktor penting agar UMKM dapat terus berkembang. Tanpa riset yang memadai, usaha berisiko salah menentukan strategi sehingga peluang pasar yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain membahas pemanfaatan AI, pada sesi sebelumnya Aziz juga menyampaikan materi mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital sebagai bagian penting dari transformasi usaha UMKM. Ia menjelaskan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital seperti e-wallet, mobile banking, dan QRIS dapat membantu pelaku usaha menjalankan transaksi bisnis secara lebih cepat, praktis, dan aman.
Melalui pembayaran digital, pelanggan dapat melakukan transaksi hanya dengan memindai kode QR atau menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel mereka tanpa harus menggunakan uang tunai. Hal ini dinilai mampu mempercepat pelayanan kepada pelanggan sekaligus meminimalkan kesalahan transaksi atau risiko kehilangan uang.
“Sekarang pelanggan semakin terbiasa dengan pembayaran non-tunai. Usaha yang menyediakan opsi pembayaran digital akan terlihat lebih profesional dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” kata Aziz.
Selain memudahkan proses pembayaran, layanan keuangan digital juga memberikan manfaat lain bagi pelaku usaha, terutama dalam hal pencatatan transaksi. Setiap transaksi yang dilakukan melalui aplikasi pembayaran akan tercatat secara otomatis sehingga memudahkan pemilik usaha memantau omzet harian maupun bulanan.
Catatan transaksi digital tersebut juga dapat menjadi bukti aktivitas usaha ketika pelaku UMKM ingin mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. Riwayat transaksi digital, seperti mutasi rekening atau transaksi melalui QRIS, dapat membantu meningkatkan kepercayaan bank atau lembaga keuangan terhadap usaha yang dijalankan.

Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep teknologi digital, tetapi juga didorong untuk mulai memanfaatkan berbagai perangkat digital dalam kegiatan usaha sehari-hari. Mulai dari melakukan riset pasar menggunakan teknologi AI hingga memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mempercepat transaksi dan pencatatan keuangan.
Aziz berharap para pelaku UMKM mampu melihat teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas usaha, bukan sebagai hambatan. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, pelaku usaha dapat mengelola bisnis secara lebih efisien, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.
“Teknologi bukan hanya milik perusahaan besar. UMKM juga bisa memanfaatkannya untuk tumbuh lebih cepat. Yang penting adalah kemauan untuk belajar dan mencoba,” pungkasnya.***

