Pemasaran digital menjadi salah satu kemampuan penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan usaha sekaligus membangun hubungan dengan pelanggan. Hal tersebut menjadi fokus sesi Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital Bagi UMKM: Berani Jualan Online (BEJO) dalam rangkaian Rural ICT Camp 2026 di Aula 1 BRPBAPPP Maros, Selasa (15/9/2026). Sesi yang dipandu Indriyatno Banyumurti dan Eddy Prayitno yang akrab disapa MT (Matahari Timoer) dari ICT Watch tersebut mengajak peserta mengevaluasi kembali penggunaan berbagai kanal digital, mulai dari Google Business Profile, Instagram, hingga WhatsApp Business.
Indriyatno Banyumurti membuka sesi dengan mengajak peserta berbagi pengalaman menggunakan platform digital untuk mendukung aktivitas usaha. Ia menggali penggunaan WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram yang selama ini dimanfaatkan peserta untuk berjualan. Dari pengalaman tersebut, peserta kemudian diarahkan untuk melihat kembali bagaimana setiap kanal dapat dikelola secara lebih terarah, bukan sekadar sebagai tempat mengunggah informasi produk.
Pada sesi Google Business Profile, MT mengajak peserta memahami pentingnya mengelola profil usaha secara aktif. Ia menjelaskan bahwa Google Business Profile dapat membantu usaha lebih mudah ditemukan melalui Google Search dan Google Maps, sekaligus menyediakan informasi mengenai lokasi, jam operasional, kontak, hingga ulasan pelanggan. “Profil bisnis perlu dikelola secara rutin agar informasi usaha tetap relevan dan pelanggan lebih mudah menemukan layanan yang ditawarkan,” ujar MT dalam sesi tersebut.

Peserta juga mempelajari penggunaan fitur Insight untuk membaca kinerja profil bisnis. Data mengenai jumlah orang yang menemukan atau melihat bisnis serta sumber pencarian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi strategi promosi. Pengalaman peserta menunjukkan manfaat praktis fitur tersebut, Hendra dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Maros misalnya, menggunakan Google Business Profile untuk meningkatkan pengenalan terhadap layanan jasanya dan mendorong traffic, sementara Rahmatiah dari UMKM Kedai Bang Adlu memanfaatkannya agar pelanggan dapat menemukan lokasi kedainya melalui Google Maps dan datang secara langsung.
Pembahasan kemudian berlanjut pada optimalisasi Instagram dan WhatsApp Business. Indriyatno Banyumurti mengajak peserta memeriksa kembali nama profil, bio, feed, instastory, highlight, dan insight agar setiap elemen akun memiliki fungsi yang jelas bagi calon pelanggan. “Nama profil sebaiknya membantu calon pelanggan memahami produk atau jasa yang ditawarkan, sementara bio harus menjadi etalase awal yang memberikan informasi penting mengenai usaha,” jelas Indriyatno.
Selain memperbaiki tampilan akun, peserta dikenalkan pada kerangka RISE dan IDEA untuk mengembangkan strategi konten. Indriyatno menjelaskan bahwa konten perlu dibuat Relatable, Insightful, Shareable, dan mampu membangun Emotion agar lebih dekat dengan audiens. Kerangka RISE digunakan untuk menilai kualitas konten dari sudut pandang audiens contohnya, Relatable adalah konten terasa dekat atau relevan dengan kondisi audiens sehingga mendorong mereka untuk membagikan atau berinteraksi. Insightful adalah konten memberikan manfaat atau pengetahuan sehingga mendorong audiens untuk menyimpan (save) konten. Shareable adalah konten cukup menarik atau berguna sehingga audiens terdorong membagikannya kembali kepada orang lain. Sementara Emotion adalah konten memicu emosi, misalnya senang, sedih, takut, atau marah, sehingga mendorong interaksi atau sharing.
Sementara itu, kerangka IDEA yang terdiri atas Inspire, Discussion, Educate & Entertain, serta Attachment dapat membantu pelaku usaha menemukan ide melalui cerita keberhasilan, diskusi dengan pelanggan, tutorial, tips, hingga konten di balik layar dan testimoni. Dari kerangka IDEA pelaku UMKM bisa mencari ide konten atau materi contohnya Inspire seperti success story, sejarah usaha, atau before-after. Discussion seperti feedback, polling, atau sesi tanya jawab. Educate & Entertain seperti quotes, tutorial, tips/trik, fakta vs. mitos, dan humor. Sementara Attachment seperti behind the scenes (BTS), relatable story, testimoni, dan kuis.
WhatsApp Business juga diperkenalkan sebagai kanal komunikasi sekaligus etalase digital bagi pelaku usaha. Peserta belajar melengkapi profil bisnis, menyusun katalog produk, menggunakan fitur balasan cepat, serta memisahkan komunikasi pribadi dan bisnis. Materi juga mengingatkan peserta untuk menjaga ketepatan informasi, tidak mengambil konten orang lain tanpa kredit, tidak memberikan janji berlebihan, serta mengikuti aturan dan standar komunitas dalam menggunakan kanal digital.

Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) menjadi bagian lain dari sesi yang mendapat perhatian peserta. MT mengajak peserta membandingkan hasil dari prompt sederhana dengan instruksi yang lebih terstruktur untuk membuat caption dan materi promosi. “Hasil AI sangat dipengaruhi oleh instruksi yang diberikan. Karena itu, pengguna perlu menjelaskan peran, tugas, konteks, dan batasan agar AI memahami kebutuhan yang ingin kita capai,” jelas MT.
Dalam praktiknya, peserta menggunakan AI untuk membuat flyer promosi berdasarkan foto produk. Mereka belajar menentukan rasio visual, jenis produk, kualitas foto, latar belakang, elemen desain, teks promosi, informasi diskon, hingga kontak pemesanan. MT juga menekankan bahwa proses menggunakan AI tidak berhenti pada hasil pertama karena pengguna tetap perlu meninjau, memberikan arahan lanjutan, dan memperbaiki keluaran hingga sesuai dengan kebutuhan usaha.
Penguatan pemasaran digital dalam sesi BEJO kemudian ditutup dengan pembahasan mengenai keamanan digital. Indriyatno mengajak peserta mengenali berbagai modus penipuan yang dapat menyasar pelaku usaha, seperti phishing, malware, impersonasi, bukti transfer palsu, investasi bodong, QRIS palsu, segitiga penipuan, hingga nomor kontak palsu pada Google Business Profile. Melalui rangkaian materi dan praktik tersebut, peserta tidak hanya didorong agar usahanya lebih mudah ditemukan dan dikenal di ruang digital, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara cermat, aman, konsisten, dan bertanggung jawab.***

