Hari kedua Training of Trainers (ToT) Sekolah Internet Komunitas (SIK) Angkatan ke-4 yang diselenggarakan di Gedung Citraweb Solusi Teknologi Training Center, Yogyakarta pada Selasa (13/1/2026) difokuskan pada materi “Peningkatan Kapasitas Jaringan Internet Lanjutan”. Sesi pelatihan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman teknis peserta melalui pendekatan praktik langsung (hands-on) dalam mengelola dan mendistribusikan jaringan internet komunitas.
Pelatihan Kelas A difasilitasi oleh Manager Training Citraweb, Rifqi Ikhsan, Technical Support Engineer Citraweb, Ariefudin Cahyaningtyas serta Staff Support dan Training Citraweb, Randi Gilang. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan ditugaskan untuk mengonfigurasi satu topologi jaringan secara mandiri. Metode ini mendorong pembelajaran berbasis pengalaman lapangan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menangani perangkat jaringan secara langsung.

“Pengelola jaringan komunitas tidak cukup hanya memahami teori. Mereka harus terbiasa memegang perangkat, melakukan konfigurasi, dan siap menghadapi kesalahan teknis di lapangan,” ujar Rifqi Ikhsan saat membuka sesi pelatihan.
Materi Kelas A dibagi ke dalam empat fokus utama, yakni konfigurasi dasar dan DHCP, distribusi jaringan wireless Point-to-MultiPoint (PMTP), pengelolaan hotspot dan user manager, serta distribusi wireless Point-to-Point (PTP).
Konfigurasi Dasar dan DHCP: Fondasi Jaringan yang Andal
Sesi pertama dibawakan oleh Manager Training Citraweb, Rifqi Ikhsan dengan pengenalan router MikroTik dan konfigurasi dasar sesuai standar MTCNA (MikroTik Certified Network Associate). Peserta mempelajari fungsi reset button sebagai prosedur awal dalam penanganan kesalahan konfigurasi, sekaligus praktik konfigurasi melalui aplikasi Winbox.
Dalam sesi ini, peserta melakukan pengaturan IP address, default gateway, DNS, firewall NAT (masquerade), serta pengujian konektivitas menggunakan perintah “ping” dan “traceroute’. Peserta juga diperkenalkan pada mekanisme DHCP sebagai sistem distribusi konfigurasi jaringan secara otomatis.
“DHCP sangat membantu pengelolaan jaringan komunitas karena memudahkan distribusi IP, tetapi tetap perlu diterapkan pada jaringan yang terpercaya,” jelas Rifqi.
Sesi ditutup dengan penekanan pentingnya backup konfigurasi melalui metode backup dan export sebagai langkah mitigasi risiko gangguan teknis.
Distribusi Wireless PMTP untuk Jaringan Komunitas
Sesi kedua disampaikan oleh Manager Training Citraweb, Ariefudin Cahyaningtyas yang membahas distribusi jaringan wireless dengan skema Point-to-MultiPoint (PMTP). Materi meliputi pemilihan frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz, karakteristik gelombang, serta penggunaan perangkat dual band.

Peserta mempraktikkan pemasangan access point indoor, konfigurasi bridge interface, hingga monitoring koneksi melalui menu registration untuk melihat klien yang terhubung secara real time.
“Monitoring itu penting agar pengelola tahu siapa saja yang terhubung dan bagaimana kualitas koneksinya,” kata Ariefudin saat sesi praktik berlangsung.
Diskusi juga mencakup pengelolaan klien, termasuk pemutusan koneksi tertentu serta pembatasan akses berdasarkan waktu dan hari, yang dinilai relevan untuk kebutuhan jaringan komunitas.
Hotspot dan User Manager: Mengelola Akses Internet Publik
Sesi ketiga yang dipandu oleh Staff Support dan Training Citraweb, Randi Gilang fokus pada pengelolaan hotspot sebagai sistem autentikasi pengguna berbasis web. Peserta mempelajari topologi hotspot, penggunaan hotspot setup wizard, pengaturan server profile dan user profile, serta pengujian layanan hotspot.
Peserta juga diperkenalkan dengan User Manager (Userman) sebagai Radius Server untuk pengelolaan pengguna, pembuatan voucher, serta pengaturan kuota dan durasi akses. Melalui studi kasus penerapan hotspot di ruang publik seperti kedai kopi dan hotel, Randi menjelaskan strategi pengaturan kecepatan dan durasi akses.
“Kecepatan diatur melalui fitur queue, sementara durasi akses ditentukan lewat profil pengguna. Dua hal ini harus seimbang agar layanan tetap adil dan stabil,” jelas Randi.

Dalam sesi tanya jawa, Muhajirin dari SIK Aceh kembali mengangkat tantangan konektivitas di Pulau Aceh. Manager Training Citraweb, Rifqi Ikhsan memaparkan alternatif solusi berupa pembangunan jaringan wireless dari kota terdekat yang telah memiliki ISP serta pemanfaatan layanan satelit seperti Starlink. Berdasarkan perhitungan jarak antara Banda Aceh dan Pulo Aceh yang mencapai sekitar 24 kilometer, teknologi wireless dinilai masih memungkinkan untuk digunakan.
“Dengan perencanaan yang matang dan perangkat yang tepat, jarak 24 kilometer bukan hambatan besar. Yang terpenting adalah keberlanjutan dan kemampuan komunitas untuk mengelola jaringan tersebut,” tegas Rifqi.

Melalui pelatihan hari kedua ini, peserta ToT SIK Angkatan ke-4 tidak hanya memperoleh peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga perspektif strategis dalam membangun dan mengelola jaringan internet komunitas yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.***

