Upaya memperluas akses internet di wilayah terpencil terus dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas. Common Room Networks Foundation menyerahkan sejumlah perlengkapan jaringan internet kepada perwakilan Sekolah Internet Komunitas (SIK) Mentawai sebagai bagian dari program “Peningkatan Kapasitas Teknis Jaringan Internet Dasar dan Tata Kelola Organisasi”.
Perlengkapan yang diserahkan meliputi perangkat Internet Berbasis Satelit orbit bumi rendah atau Low Earth Orbit Satellite (LEO), laptop, printer, serta perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diberikan kepada perwakilan SIK Mentawai wilayah Tiop yang diwakili oleh Alcide Saleilei dan SIK Mentawai wilayah Saliguma yang diwakili oleh Pardison Situmorang.


Penyerahan perlengkapan dilakukan oleh Staf Lapangan Common Room, Kiky Andhika dan disaksikan langsung oleh Kepala Paroki St. Maria Diangkat ke Surga sekaligus Pembina SIK Mentawai, P. Maurice Fokam. Kegiatan ini berlangsung di Manai Koat, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (23/2/2026).
Kiky Andhika menjelaskan bahwa dukungan perangkat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur internet berbasis komunitas di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

“Perangkat ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi masyarakat untuk membangun dan mengelola jaringan internet secara mandiri. Dengan pelatihan yang diberikan, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengelola jaringan internet di wilayahnya sendiri,” ujar Kiky.
Setelah prosesi penyerahan perlengkapan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan program SIK serta sesi berbagi pengalaman dari Koordinator SIK Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, Dede Irawan.
Dalam sesi tersebut, Dede menceritakan perjalanan pengembangan internet komunitas di wilayah Ciracap yang ia mulai sekitar lima tahun lalu. Ia mengakui bahwa saat memulai, pengetahuan teknisnya tentang jaringan internet masih sangat terbatas.
“Awalnya saya hanya teknisi jaringan dengan kemampuan yang masih minim. Tapi dengan belajar terus dan dukungan masyarakat, jaringan internet komunitas di Ciracap sekarang bisa melayani delapan desa dengan sekitar 1.500 perangkat access point,” kata Dede.

Menurutnya, pendekatan internet komunitas memungkinkan masyarakat desa memiliki akses internet yang lebih terjangkau sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
“Internet komunitas bukan hanya soal koneksi, tapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa mengelola dan memanfaatkannya untuk pendidikan, usaha, dan pembangunan desa,” tambahnya.
Program Sekolah Internet Komunitas sendiri merupakan inisiatif yang dikembangkan oleh Common Room Networks Foundation sejak 2021. Program ini menjadi bagian dari Digital Access Programme (DAP) yang didukung oleh Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO). Dalam pelaksanaannya, program ini juga berkolaborasi dengan Association for Progressive Communications (APC) melalui inisiatif Supporting Community-led Approaches to Addressing the Digital Divide Indonesia serta mendapat dukungan dari ISIF Asia. Melalui program ini, masyarakat desa didorong untuk mempelajari pengembangan dan pengelolaan infrastruktur internet berbasis komunitas sebagai salah satu upaya mengurangi kesenjangan digital di Indonesia.
Sebagai bagian dari program tersebut, kegiatan pelatihan teknisi jaringan internet dasar ini akan digelar selama lima hari di dua lokasi di Kepulauan Mentawai. Pelatihan dimulai pada 23 Februari 2026 di Muara Siberut, kemudian dilanjutkan pada 24 – 25 Februari di Dusun Tiop, Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya, serta pada 26 – 27 Februari di Dusun Sikebbukat, Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah.

Pelatihan ini akan diikuti oleh sekitar 10 hingga 20 peserta yang berasal dari Desa Katurei dan Desa Saliguma. Peserta merupakan perwakilan dari berbagai unsur masyarakat seperti pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok pemuda, kelompok adat, kelompok keagamaan, kelompok perempuan, serta tenaga pendidik dan lembaga lokal.
Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar jaringan internet, fungsi dan cara kerja perangkat jaringan, desain topologi jaringan, hingga praktik perakitan dan instalasi jaringan internet lokal. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait tata kelola organisasi dan pengembangan model bisnis layanan internet komunitas. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar jaringan internet, merakit dan mengoperasikan perangkat internet berbasis satelit, serta mengelola jaringan internet pedesaan skala mikro secara mandiri.

Sebagai hasil awal dari pelatihan ini nantinya akan dipasang prototipe jaringan internet komunitas di masing-masing desa dengan satu titik sumber internet dan dua akses poin. Selain itu, peserta juga akan menyusun struktur organisasi pengelola jaringan serta model bisnis yang memungkinkan layanan internet komunitas berjalan secara berkelanjutan.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat Siberut, Kepulauan Mentawai dapat memperkuat kemandirian digital sekaligus memanfaatkan akses internet untuk mendukung pendidikan, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi lokal di wilayah pedesaan.***

