Menjaga Nyala Gerakan SIK: Dari Ruang Pelatihan ke Desa-Desa

Newsroom

Menjaga Nyala Gerakan SIK: Dari Ruang Pelatihan ke Desa-Desa

Training of Trainers (ToT) Sekolah Internet Komunitas (SIK) Angkatan ke-4 resmi ditutup di Gedung Citraweb Solusi Teknologi Training Center, Yogyakarta, pada Kamis (15/1/2026). Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembelajaran intensif yang tidak hanya membahas aspek teknis jaringan, tetapi juga kepemimpinan komunitas, kebijakan, literasi digital, hingga kesiapsiagaan bencana.

Direktur Common Room, Gustaff H. Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta atas komitmen dan energi yang dicurahkan selama pelatihan. Ia merefleksikan perjalanan SIK yang kini memasuki tahun keempat, dimulai dari Ciptagelar dan Ciracap hingga berkembang ke berbagai wilayah lain di Indonesia.


“Perjalanan SIK tidak selalu mulus. Ada keberhasilan, ada tantangan, bahkan ada fase stagnasi. Tapi justru dari situlah kita belajar dan semakin kuat,” ujar Gustaff. Ia menegaskan bahwa pengelolaan internet komunitas kini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut tata kelola, regulasi, hingga kepemimpinan lokal.

“Kerja-kerja yang teman-teman lakukan di desa adalah fondasi kedaulatan digital yang berakar pada konteks lokal,” tambahnya.


Gustaff juga menyampaikan sejumlah agenda ke depan, termasuk bergabungnya anggota baru dari Siberut dan Mengkalang, rencana kunjungan lapangan, serta penyelenggaraan Rural ICT Camp di lokasi yang masih dirahasiakan. Ia turut menginformasikan bahwa Common Room tengah menjajaki penggunaan Starlink sebagai solusi terbatas dan sementara bagi wilayah SIK yang benar-benar tidak memiliki akses alternatif. “Semangat kolektif yang terbangun di sini harus terus dibawa pulang dan diperkuat di wilayah masing-masing,” pesannya.


Sementara itu, Direktur Citraweb, Valens Riyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan menjadikan Citraweb sebagai tuan rumah pelatihan. Ia menilai ToT SIK Angkatan ke-4 sebagai pengalaman yang istimewa karena menghadirkan materi yang komprehensif dan kontekstual.


“Perpaduan materi teknis, literasi digital, kesiapsiagaan bencana, dan perspektif sosial menjadikan pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan komunitas,” kata Valens.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata di wilayah masing-masing. “Kami berharap suatu saat bisa berkunjung langsung ke lokasi-lokasi SIK dan melihat dampaknya di lapangan,” ujarnya.


Menjelang akhir acara, sesi penutup dipandu oleh Koordinator Program Common Room, Andriani Kesa Alivia dengan pembagian cenderamata berupa buku modul Internet dan Kebencanaan serta Panduan Teknis Sistem Pemantauan Kualitas Air Laut Berbasis IoT. Peserta juga mendapat sertifikat sebagai pengakuan resmi atas partisipasi mereka selama kegiatan ToT ini berlangsung.

Penutupan ToT SIK Angkatan ke-4 bukan sekadar akhir dari sebuah pelatihan, melainkan penguatan komitmen bersama untuk membangun ekosistem internet komunitas yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan dengan komunitas sebagai penggerak utama perubahan.***

Share Article

Berita Terbaru

Newsroom

Berita dan pembaharuan terbaru
langsung dari Common Room.

Menjaga Nyala Gerakan SIK: Dari Ruang Pelatihan ke Desa-Desa
This website uses cookies to improve your experience. By using this website you agree to our Privacy Policy.
Read more