Membangun Internet dari Akar Rumput: ToT Sekolah Internet Komunitas Angkatan ke-4 Perkuat Kapasitas Teknis, Kepemimpinan Lokal, dan Nilai Inklusivitas Berbasis Komunitas

Newsroom

Membangun Internet dari Akar Rumput: ToT Sekolah Internet Komunitas Angkatan ke-4 Perkuat Kapasitas Teknis, Kepemimpinan Lokal, dan Nilai Inklusivitas Berbasis Komunitas

Training of Trainers (ToT) Sekolah Internet Komunitas (SIK) Angkatan ke-4 resmi dibuka di Gedung Citraweb Solusi Teknologi Training Center, Yogyakarta pada Senin (12/1/2026). Sesi pembukaan dipandu oleh Manajer Media dan Kerja Sama Common Room, Tisha Amelia dan Koordinator Program Common Room, Andriani Kesa Alivia yang mengawali acara dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta memperkenalkan Common Room sebagai penyelenggara kegiatan. Dalam pengantarnya, keduanya menegaskan bahwa ToT SIK tahun ini dirancang lebih komprehensif dengan pendekatan yang melampaui pelatihan teknis jaringan internet semata.


Selain penguatan kapasitas teknis, rangkaian pelatihan ToT SIK Angkatan ke-4 juga mencakup materi non-teknis yang relevan dengan konteks kerja komunitas, seperti literasi digital untuk kesiapsiagaan bencana, penguatan kelembagaan komunitas, literasi keuangan, serta perspektif gender dan inklusi sosial. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu memperkaya kapasitas peserta secara menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun sosial. Selama pelatihan, peserta dibagi ke dalam dua kelas utama, yakni kelas teknis dan kelas non-teknis, serta didorong untuk aktif berdiskusi dan berinteraksi dengan mentor agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dibagikan kembali di wilayah masing-masing.

Direktur Common Room, Gustaff H. Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ToT SIK telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak tahun 2022 hingga kini memasuki penyelenggaraan keempat di Yogyakarta. Ia mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dapat berkumpul dan belajar bersama di tengah situasi kebencanaan yang masih dihadapi sejumlah wilayah di Indonesia.


“Banyak wilayah di Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat bencana. Ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk terus merefleksikan cara manusia berinteraksi dengan alam,” ujar Gustaff. Ia menyoroti kondisi daerah seperti Aceh, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara, serta memberikan apresiasi kepada peserta yang datang dari wilayah dengan tantangan akses tinggi, termasuk Kepulauan Mentawai.

Menurutnya, kekuatan komunitas dan kekayaan alam di wilayah-wilayah tersebut harus diimbangi dengan upaya kolektif untuk memperbaiki infrastruktur dan memperkuat kapasitas lokal. Gustaff juga menekankan nilai strategis kolaborasi ToT SIK dengan Citraweb. “Sekolah Internet Komunitas bukan hanya soal membangun jaringan, tetapi juga tentang nilai keamanan, kejujuran, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan layanan berbasis komunitas,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan SIK sering kali bukan pada persoalan teknis, melainkan pada kepemimpinan lokal dan tata kelola komunitas. “Melalui ToT ini, kami berharap peserta tidak hanya menjadi teknisi, tetapi juga penggerak komunitas yang mampu membangun layanan internet yang berkelanjutan dan inklusif,” pungkas Gustaff.

Sementara itu, Direktur Citraweb, Valens Riyadi menyambut baik pelaksanaan program pelatihan ini yang mampu berperan penting dalam membangun SIK sebagai wadah pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan ruang aksi kolektif yang berkelanjutan. “Bagi kami, transfer pengetahuan adalah bagian penting dari kontribusi Citraweb dalam pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Valens. Ia menjelaskan bahwa Citraweb secara rutin menyelenggarakan berbagai pelatihan dengan jumlah peserta lebih dari 1.000 orang setiap tahunnya dari berbagai institusi.


Valens berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum pelatihan ini untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring. “Ilmu yang diperoleh di sini diharapkan dapat kembali ke komunitas dan memberi dampak nyata di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Rangkaian sambutan ditutup oleh Gender Regional Coordinator for Asia Local Networks Initiative, Catherine Tiongson yang memperkenalkan latar belakangnya di bidang gender dan social enterprise serta keterlibatannya dalam LocNet sebagai jaringan global. Ia mengapresiasi kehadiran 19 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia serta menyampaikan antusiasmenya untuk belajar dan berkolaborasi bersama. Menurutnya, pelatihan ini memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas teknis, literasi keuangan, dan keterampilan pendukung lainnya, khususnya bagi komunitas yang berada di wilayah rawan bencana.


“Pelatihan seperti ini sangat penting, terutama bagi komunitas yang berada di wilayah rawan bencana, karena memperkuat kapasitas teknis sekaligus keterampilan pendukung seperti literasi keuangan dan pengelolaan komunitas,” ujar Catherine. Atas nama LocNet, ia menyampaikan kegembiraannya dapat terlibat dalam kegiatan ini serta mengucapkan terima kasih kepada Common Room, Citraweb, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Pada ToT 2026 kali ini, selama empat hari ke depan seluruh peserta akan mendapat kesempatan peningkatan kapasitas teknis, digital, finansial, organisasi, gender, dan kesiapsiagaan bencana sebagai pelatih (trainers) untuk memperkuat Community-Centered Connectivity Initiatives (CCCI) di wilayah SIK.***

Share Article

Berita Terbaru

Newsroom

Berita dan pembaharuan terbaru
langsung dari Common Room.

Membangun Internet dari Akar Rumput: ToT Sekolah Internet Komunitas Angkatan ke-4 Perkuat Kapasitas Teknis, Kepemimpinan Lokal, dan Nilai Inklusivitas Berbasis Komunitas
This website uses cookies to improve your experience. By using this website you agree to our Privacy Policy.
Read more