KUB Mina Sejahtera Jaga Rantai Ikan Segar dari Laut Maros ke Meja Konsumen

Newsroom

KUB Mina Sejahtera Jaga Rantai Ikan Segar dari Laut Maros ke Meja Konsumen

Di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate’ne, Maros, kehidupan dimulai sejak subuh bagi Haerul dan Sakka. Dua nelayan sekaligus pengepul ikan ini mengemban peran penting dalam menjaga aliran hasil laut dari perahu nelayan hingga ke pasar tradisional. Saat ditemui Tim Baselining pada Jumat (21/11/2025), keduanya mengisahkan perjalanan panjang yang jarang terlihat oleh mata konsumen.


“Ikan-ikan yang sampai di pasar tradisional itu melalui proses lelang terlebih dahulu di tempat pelelangan ikan, bahkan sebelumnya kami mesti membeli jauh ke tengah laut langsung pada nelayan. Tentunya dengan harga yang telah disepakati bersama,” ujar mereka. Pernyataan itu membuka gambaran sebuah rantai distribusi yang kompleks, dimulai dari perburuan ikan di tengah laut, negosiasi harga, hingga proses lelang yang menuntut ketepatan waktu.

Musim tangkapan yang baik menjadi berkah tersendiri. Aktivitas jual beli bisa berlangsung cepat, perahu kembali lebih awal, dan distribusi berjalan lancar. Namun ketika laut tak bersahabat, situasi berbalik. Haerul dan Sakka mengaku kerap harus bermalam di salah satu pulau sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat pelelangan ikan. “Kadang kalau ombak besar, mau tidak mau kami menginap dulu. Besoknya baru lanjut ke TPI,” cerita mereka. Kondisi ini bukan hanya mempengaruhi alur distribusi, tetapi juga menambah biaya dan risiko dalam setiap perjalanan.


Selain menghadapi tantangan alam, dinamika teknologi juga menjadi bagian dari keseharian mereka. Dalam urusan komunikasi dan penjualan, keduanya mengandalkan WhatsApp dan telepon sebagai alat utama. “Untuk sekarang kami rasa belum terlalu mendesak pakai teknologi lain. Tapi kami butuh edukasi soal keamanan informasi, apalagi sekarang banyak pembayaran lewat transfer,” ungkap mereka. Kekhawatiran mengenai penipuan menjadi catatan penting, mengingat transaksi digital kini semakin umum di kalangan pelaku usaha perikanan.


Meski beroperasi dalam keterbatasan, Haerul dan Sakka menunjukkan daya tahan dan adaptasi yang kuat. Mereka bukan hanya penghubung antara laut dan pasar, tetapi juga penjaga kualitas pangan masyarakat. Melalui KUB Mina Sejahtera, keduanya terus bergerak, menavigasi ombak, menaklukkan jarak, dan memastikan bahwa ikan segar tetap mengalir hingga ke dapur keluarga-keluarga Maros.***

Share Article

Berita Terbaru

Newsroom

Berita dan pembaharuan terbaru
langsung dari Common Room.

KUB Mina Sejahtera Jaga Rantai Ikan Segar dari Laut Maros ke Meja Konsumen
This website uses cookies to improve your experience. By using this website you agree to our Privacy Policy.
Read more