BLK Don Bosco Sumba melakukan uji coba Online Smart Irrigation System, teknologi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pertanian cerdas di wilayah pedesaan.
Program ini mengintegrasikan data cuaca dari stasiun cuaca lokal dengan sistem irigasi otomatis yang memanfaatkan OPSPIT (Open Source Solar Powered Irrigation Tool).
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan air, dan meningkatkan produktivitas lahan, khususnya di wilayah kering seperti Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Sistem OPSPIT bekerja menggunakan sensor yang dipasang di lahan pertanian untuk memantau kondisi secara langsung, mulai dari suhu udara, kelembapan, hingga kondisi tanah.
Seluruh data kemudian dikirim ke mikroprosesor dan diolah secara real time. Dengan demikian, petani dapat memantau kondisi lahan sekaligus mengatur kebutuhan air tanaman secara lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui sistem ini, penyiraman lahan dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual tanaman, bukan lagi berdasarkan perkiraan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi pemborosan air, menekan risiko gagal panen, serta meningkatkan hasil produksi di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
Keunggulan lain dari inovasi ini adalah penggunaan energi surya sebagai sumber daya utama.
Hal ini menjadikan sistem sangat sesuai diterapkan di wilayah pedesaan yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi namun masih terbatas akses listriknya.
Ke depan, teknologi sensor ini juga dirancang untuk dikembangkan menjadi versi nirkabel atau wireless. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjangkau area pertanian yang lebih luas dengan biaya yang lebih terjangkau.
Program percontohan ini merupakan hasil kolaborasi antara BLK Don Bosco Sumba dan Common Room Foundation dalam mendorong pemanfaatan internet, digitalisasi, dan otomasi untuk pembangunan pedesaan.
Selain itu, Yayasan Pakebun turut berkontribusi melalui narasumbernya yang memberikan materi teori dan praktik mengenai penerapan IoT di bidang pertanian.
Keunikan proyek ini terletak pada integrasi berbagai sarana yang telah dimiliki BLK Don Bosco Sumba, mulai dari menara bambu internet komunitas, stasiun cuaca lokal, hingga sistem irigasi tenaga surya.
Ketiga fasilitas tersebut dipadukan menjadi satu ekosistem teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah rural.
Direktur BLK Don Bosco Sumba, Br Ephrem Santos, mengatakan inovasi ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar siap menghadapi masa depan pertanian modern.
“Kami ingin kaum muda Sumba melihat bahwa pertanian bukan pekerjaan lama yang ditinggalkan, tetapi sektor masa depan yang bisa maju melalui teknologi, internet, dan energi terbarukan,” ujarnya, Sabtu, 25 April 2026.
BLK Don Bosco Sumba berharap proyek ini dapat menjadi pusat pembelajaran dan percontohan bagi petani, sekolah vokasi, pemerintah daerah, serta masyarakat sipil.
Dengan demikian, pengembangan pertanian cerdas yang adaptif terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan dapat terus didorong di berbagai wilayah.***
Artikel ini ditulis oleh Yanto Tena dengan memuat foto karya Ade Bayu Indra telah ditayangkan di media online Tenaers.com pada Minggu, 26 April 2026.
Tautan lengkap: https://www.tenaers.com/news/integrasikan-cuaca-internet-dan-energi-surya-blk-don-bosco-sumba-perkuat-pertanian-cerdas-rural/

