Bukan Sekadar Estetik, Konten Visual Jadi Strategi Utama Pemasaran UMKM Maros

Newsroom

Bukan Sekadar Estetik, Konten Visual Jadi Strategi Utama Pemasaran UMKM Maros

Pelaku UMKM Maros didorong untuk semakin adaptif terhadap perkembangan pemasaran digital, khususnya dalam produksi konten visual. Hal ini mengemuka dalam sesi praktik Pelatihan Lanjutan Digital Marketing dan Produksi Konten untuk UMKM yang diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4/2026).

Sesi tersebut menghadirkan Praktisi Komunikasi Visual, Ade Bayu Indra, yang membekali peserta dengan dua keterampilan kunci yaitu fotografi produk menggunakan ponsel dan pembuatan video produk untuk media sosial. Dalam pemaparannya, Ade menekankan bahwa kualitas visual bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan faktor utama dalam menentukan keberhasilan penjualan di era digital. “Foto dan video produk adalah senjata promosi utama. Dari situ calon pembeli membangun kepercayaan sebelum akhirnya memutuskan membeli,” ujarnya.


Ade menjelaskan bahwa pelaku UMKM tidak perlu peralatan mahal untuk menghasilkan foto produk yang menarik. Dengan memanfaatkan smartphone dan lingkungan sekitar, kualitas visual yang profesional tetap bisa dicapai. Ia mencontohkan penggunaan latar sederhana seperti kertas putih atau dinding polos agar fokus tetap pada produk. Selain itu, pencahayaan alami dari jendela disebut sebagai “studio gratis terbaik” yang bisa dimanfaatkan siapa saja. “Cahaya yang baik lebih penting daripada kamera mahal. Gunakan cahaya alami, posisikan produk dengan tepat, dan hindari flash bawaan HP,” jelasnya.

Dari sisi teknik, peserta juga diajarkan pentingnya variasi sudut pengambilan gambar, mulai dari tampak depan, samping, hingga flat lay dari atas. Detail produk seperti tekstur dan logo juga perlu ditonjolkan untuk meningkatkan daya tarik visual. Tak kalah penting, proses editing sederhana menggunakan aplikasi seperti Snapseed, VSCO, atau Lightroom Mobile dapat membantu memperkuat kualitas foto. Namun, Ade mengingatkan agar editing tetap natural. “Editing itu memperkuat, bukan mengubah. Warna produk harus tetap akurat supaya tidak mengecewakan pembeli,” tegasnya.


Selain foto, video produk dinilai semakin krusial dalam strategi pemasaran digital. Menurut Ade, video mampu menyampaikan informasi secara lebih lengkap karena menggabungkan unsur visual dan audio sekaligus. “Video bukan hanya menarik perhatian, tapi juga mendorong keputusan pembelian. Di situ kita bisa menunjukkan fungsi, manfaat, bahkan emosi dari sebuah produk,” katanya.

Ade menjelaskan bahwa pembuatan video yang efektif harus diawali dengan pemahaman terhadap target audiens. Tanpa riset audiens, konten berisiko tidak relevan dan sulit menjangkau pasar. Selanjutnya, setiap video harus memiliki tujuan yang jelas, apakah untuk meningkatkan kesadaran merek, edukasi produk, atau langsung mendorong penjualan. Ade juga menekankan pentingnya konsep dan narasi dalam video. “Konten yang bagus bukan sekadar estetik, tapi punya cerita. Tunjukkan masalah dan bagaimana produk kita menjadi solusi,” ujarnya.


Dalam praktiknya, peserta diajak membuat video singkat berdurasi 15–60 detik dengan struktur sederhana yaitu hook di awal, isi yang menonjolkan manfaat produk, dan call to action (CTA) di akhir. “Tanpa CTA, video hanya jadi tontonan. Dengan CTA, video berubah jadi alat penjualan,” tambahnya.

Ade menutup sesi dengan menekankan pentingnya konsistensi dalam produksi konten serta evaluasi berkala terhadap performa konten yang telah dipublikasikan. Ia mendorong pelaku UMKM untuk rutin mengunggah konten, memahami waktu terbaik untuk posting, serta memanfaatkan data seperti jumlah tayangan, interaksi, hingga konversi penjualan. “Kunci sukses di digital marketing bukan hanya bisa bikin konten, tapi konsisten dan mau belajar dari data. Ulangi apa yang berhasil, perbaiki yang belum,” pungkasnya.***

Share Article

Berita Terbaru

Newsroom

Berita dan pembaharuan terbaru
langsung dari Common Room.

Bukan Sekadar Estetik, Konten Visual Jadi Strategi Utama Pemasaran UMKM Maros
This website uses cookies to improve your experience. By using this website you agree to our Privacy Policy.
Read more