Belajar Produksi Video Promosi, UMKM Maros Didorong Lebih Kreatif dan Adaptif

Newsroom

Belajar Produksi Video Promosi, UMKM Maros Didorong Lebih Kreatif dan Adaptif

Di tengah derasnya arus konten digital, video kini menjadi alat paling efektif untuk menarik perhatian sekaligus mendorong penjualan. Hal ini menjadi fokus utama dalam Pelatihan Lanjutan Digital Marketing dan Produksi Konten untuk UMKM yang diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (8/4/2026). Sebagai pemateri, Praktisi Komunikasi Visual, Ade Bayu Indra menekankan bahwa video bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung strategi pemasaran digital UMKM saat ini. “Di tengah lautan konten digital, video adalah format paling dominan dan paling efektif untuk menarik perhatian audiens,” ujarnya.


Ade menjelaskan bahwa kekuatan video terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan secara cepat, menarik, dan mudah diingat. Bahkan, penambahan video dalam halaman produk disebut mampu meningkatkan konversi secara signifikan serta memperluas jangkauan secara organik di media sosial. Menurutnya, video yang efektif tidak harus mahal atau rumit. “Video promosi yang hebat tidak harus mahal. Yang penting pesannya jelas, visualnya bersih, dan durasinya tepat,” tegasnya.

Ade menekankan pentingnya empat prinsip dasar dalam pembuatan video promosi, yaitu fokus pada satu pesan utama, penggunaan storytelling yang kuat, visual yang bersih dan profesional, serta durasi yang singkat dan padat, khususnya untuk kebutuhan media sosial. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga perhatian audiens sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian pesan.

Lebih jauh, Ade menyoroti bahwa storytelling menjadi kunci untuk memenangkan perhatian di tengah persaingan konten yang semakin ketat. Menurutnya, audiens tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita yang menyertainya. “Storytelling bukan sekadar menjelaskan produk, tapi membuat audiens merasa terhubung secara emosional,” jelasnya. Ade menambahkan bahwa pendekatan cerita yang baik harus mampu menghadirkan karakter, konflik, hingga solusi yang relevan dengan pengalaman audiens.

Dalam praktiknya, Ade mengingatkan pentingnya prinsip “show, don’t tell” dalam produksi video. Visual yang kuat dinilai jauh lebih persuasif dibandingkan penjelasan verbal semata. “Tampilkan, jangan hanya jelaskan. Visual yang kuat jauh lebih persuasif daripada kata-kata,” ujarnya.


Menariknya, seluruh proses produksi video, menurut Ade, kini dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone. Ade menegaskan bahwa keterbatasan alat bukan lagi menjadi penghalang utama bagi pelaku UMKM. “Smartphone di tangan bapak ibu adalah studio produksi yang lengkap,” katanya. Dengan teknik yang tepat, seperti memanfaatkan cahaya alami, menjaga stabilitas kamera, serta menerapkan komposisi visual yang baik, video berkualitas profesional dapat dihasilkan dengan peralatan sederhana.

Selain visual, kualitas audio juga menjadi faktor penting dalam memastikan pesan tersampaikan dengan jelas. Penggunaan mikrofon eksternal dan pemilihan lokasi yang minim gangguan suara menjadi bagian dari teknik dasar yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Peserta juga dibekali keterampilan editing video langsung dari ponsel menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia. Ade menjelaskan bahwa proses editing berperan penting dalam membentuk alur cerita dan meningkatkan daya tarik visual. “Dari ide sederhana hingga konten profesional semuanya bisa diciptakan hanya dengan satu perangkat di genggaman bapak ibu,” ujarnya.


Dalam tahap distribusi, pemahaman terhadap algoritma media sosial menjadi aspek yang tidak kalah penting. Ade menekankan pentingnya elemen hook dalam tiga detik pertama video untuk mencegah audiens melewatkan konten. “Hook yang kuat menentukan apakah video Anda akan ditonton atau langsung dilewati,” jelasnya. Selain itu, strategi seperti penggunaan hashtag yang tepat, penentuan waktu unggah, serta interaksi aktif dengan audiens turut memengaruhi performa konten.

Pelatihan ini menunjukkan bahwa dengan pemahaman strategi yang tepat dan pemanfaatan teknologi yang sederhana, pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk menciptakan konten video yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing dan penjualan di era digital. Di akhir sesi, Ade Bayu Indra menegaskan bahwa keberhasilan video marketing tidak ditentukan oleh satu konten yang viral, melainkan oleh konsistensi dalam produksi dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan tren digital. “Kunci sukses video marketing adalah konsistensi, analisis, dan kemauan untuk terus belajar,” pungkasnya.***

Share Article

Berita Terbaru

Newsroom

Berita dan pembaharuan terbaru
langsung dari Common Room.

Belajar Produksi Video Promosi, UMKM Maros Didorong Lebih Kreatif dan Adaptif
This website uses cookies to improve your experience. By using this website you agree to our Privacy Policy.
Read more