Judul Buku: Internet of Things (IoT): Panduan Pengenalan Dasar
Penyusun: Heru Tjatur, Donny B.U., dan Mataharitimoer (ICT Watch), Fajar Eri Diyanto (Relawan TIK), Andri Aslan (APJII), Ade Sutedi, Adi Susetyaningsih, Andri Ikhwana, Dedi Sadudin Taptajani, Dewi Rahmawati, Dewi Tresnawati, R. Dini Destiani Siti F., Eko Walujodjati, Leni Fitriani, Ridwan Setiawan, Muhammad Rikza N., dan Rinda Cahyana (Institut Teknologi Garut/ITG), Erni Sulistyowati (PokdarTIK), Andri Johandri (Phytonesia), Auliya Millatina Fajwah, Anita Khairunnisa, Acep Zaelani, Nana Sukmana, dan Nakita Rizky Oktaviani (Bitread).
Penerbit: Common Room Networks Foundation
Tahun terbit: Cetakan Pertama Desember 2021
Jumlah halaman: 62 Halaman
Ukuran : 14,8 x 21 cm
ISBN: 978-623-93650-7-3

Buku Internet of Things (IoT): Panduan Pengenalan Dasar disusun sebagai bagian dari seri pembelajaran Sekolah Internet Komunitas (SIK) yang dikembangkan oleh Common Room bersama Association for Progressive Communications (APC). Buku ini lahir sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil, agar mampu memahami sekaligus memanfaatkan teknologi internet secara mandiri untuk mendukung pembangunan komunitas.
Bagian pertama buku menjelaskan konsep dasar Internet of Things (IoT) sebagai teknologi yang menghubungkan berbagai perangkat fisik ke jaringan internet sehingga mampu saling bertukar data dan menjalankan fungsi tertentu secara otomatis. Melalui IoT, manusia tidak lagi harus mengendalikan seluruh perangkat secara langsung karena sebagian besar proses dapat dilakukan oleh sistem yang bekerja berdasarkan sensor, koneksi internet, dan pemrograman.
Buku ini juga menguraikan kemampuan utama IoT dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini mampu mengotomatisasi berbagai aktivitas, meningkatkan fungsi suatu perangkat, serta menyediakan informasi secara real-time yang membantu pengambilan keputusan. Contohnya dapat ditemukan pada penggunaan smartphone sebagai remote berbagai perangkat elektronik, sistem pagar otomatis, hingga berbagai perangkat rumah pintar yang semakin banyak digunakan saat ini.
Selanjutnya dijelaskan bagaimana IoT bekerja melalui hubungan antara sensor, konektivitas internet, server, penyimpanan data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sensor mengumpulkan informasi dari lingkungan, kemudian data dikirim melalui internet menuju server untuk disimpan sebagai big data. Setelah itu AI menganalisis data tersebut sehingga mampu menghasilkan informasi maupun prediksi yang berguna bagi pengguna.
Untuk memudahkan pemahaman, buku ini menghadirkan beberapa contoh penerapan IoT yang sudah akrab digunakan masyarakat, seperti Google Maps yang memanfaatkan data lokasi pengguna untuk memetakan kondisi lalu lintas, OpenSignal yang mengumpulkan data kualitas sinyal seluler, serta FlightRadar yang menampilkan posisi pesawat secara real-time. Contoh-contoh tersebut memperlihatkan bahwa IoT bukan sekadar konsep, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain teori, buku ini juga memberikan panduan praktik sederhana untuk membangun perangkat IoT menggunakan Arduino IDE, board ESP32, sensor ultrasonik HC-SR04, kabel jumper, dan kabel USB. Pembaca diperkenalkan pada proses merangkai perangkat keras, menghubungkan sensor dengan mikrokontroler, menulis program pada Arduino IDE, hingga melakukan pengujian alat pengukur jarak sebagai proyek dasar pengembangan IoT.
Bab berikutnya membahas berbagai bidang penerapan IoT, mulai dari sektor pertanian, energi, lingkungan, rumah pintar, kesehatan, hingga transportasi. Pada bidang pertanian, IoT dimanfaatkan untuk memantau kelembapan tanah, suhu, curah hujan, dan kondisi tanaman agar proses budidaya menjadi lebih efisien. Di bidang kesehatan, IoT memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara jarak jauh, sedangkan pada sektor transportasi teknologi ini mendukung sistem lalu lintas yang lebih cerdas dan aman.
Bagian kedua buku memperkenalkan konsep cloud computing sebagai teknologi penyimpanan dan pengelolaan data berbasis internet. Cloud computing memungkinkan pengguna menyimpan file, menjalankan aplikasi, dan mengakses data dari berbagai perangkat tanpa harus bergantung pada media penyimpanan lokal. Teknologi ini memberikan manfaat berupa skalabilitas, kemudahan akses, keamanan data, efektivitas kerja, serta fungsi pencadangan (backup) apabila perangkat mengalami kerusakan.
Buku ini juga membahas risiko penggunaan cloud computing, seperti potensi kebocoran data, perbedaan standar keamanan, hingga kepemilikan data. Selain itu dijelaskan tiga model layanan cloud, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS), beserta karakteristik dan model implementasinya yang banyak digunakan oleh organisasi maupun individu di era digital.
Buku ini memberikan panduan dasar menggunakan Google Drive sebagai salah satu layanan cloud computing yang paling populer. Pembaca diajarkan membuat akun, mengunggah file, membuat folder, mengelola dokumen, hingga membagikan data kepada pengguna lain. Secara keseluruhan, buku ini menjadi pengantar yang mudah dipahami bagi pemula karena memadukan konsep, contoh penerapan, serta latihan praktik sehingga pembaca tidak hanya mengenal teori IoT dan cloud computing, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk pengembangan komunitas.***
Untuk versi E-Book silakan klik tautan di bawah ini; https://s.id/BukuSeriSIK

