Ratjung Garden, Oase Kebun Anggur Tropis yang Tumbuh di Lombok Utara

Newsroom

Ratjung Garden, Oase Kebun Anggur Tropis yang Tumbuh di Lombok Utara

Di tengah bentang alam Kabupaten Lombok Utara yang dikenal dengan pesona pantai dan kawasan wisata baharinya, hadir sebuah destinasi agrowisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Tempat itu adalah Ratjung Garden, kebun anggur milik Pak Ratjung yang berlokasi di Dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Kebun anggur ini menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi pertanian mampu berkembang di wilayah tropis. Di sela rangkaian workshop Capacity Building – Agriculture IoT Smart Irrigation System, Program Admin Common Room Networks Foundation Ilfani Auliya bersama konsultan dan fasilitator peningkatan kapasitas smart irrigation system, Rois Solihin, berkesempatan mengunjungi Ratjung Garden pada Kamis (23/4/2026) lalu.


Di atas lahan seluas satu hektar, Pak Ratjung mulai menanam anggur sejak tahun 2021. Dengan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, ia terus mengembangkan kebunnya hingga kini memiliki sekitar 400 pohon dari 20 varietas anggur dengan target pengembangan mencapai 750 pohon.

Keunikan Ratjung Garden terletak pada keberhasilannya membudidayakan anggur di kawasan beriklim tropis. Beragam varietas tumbuh subur dengan kualitas buah yang menjanjikan. Meski belum memasuki masa panen utama yang biasanya berlangsung pada Juni hingga Juli, tim Common Room berkesempatan mencicipi anggur jenis Jupiter yang dipanen setelah tujuh bulan masa tanam. Buah tersebut menghadirkan sensasi harum, manis, dan segar menjadi bukti bahwa Lombok Utara memiliki potensi besar sebagai daerah pengembangan komoditas hortikultura unggulan.


Dari sisi ekonomi, Ratjung Garden menunjukkan prospek yang menjanjikan. Dalam satu kali panen, hasil produksi dapat mencapai 700 kilogram, dengan harga jual berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Nilai ini menjadikan budidaya anggur sebagai peluang usaha bernilai tinggi bagi masyarakat pedesaan.

Namun, perjalanan mengembangkan kebun anggur tentu tidak lepas dari tantangan. Saat ini sistem penyiraman masih dilakukan dengan mengalirkan air dari bak penampung melalui pipa, lalu didistribusikan lewat parit di area tanam. Kondisi tanah berpasir menjadi kendala tersendiri karena air kadang tidak sampai ke tanaman yang berada di bagian paling ujung lahan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan teknologi pertanian modern seperti smart irrigation system yaitu sistem irigasi cerdas yang mampu mengatur distribusi air secara lebih efisien dan tepat sasaran. Dengan dukungan teknologi, produktivitas kebun dapat meningkat sekaligus menghemat penggunaan air.


Ratjung Garden bukan sekadar kebun anggur, melainkan simbol semangat inovasi desa. Kisah Pak Ratjung memperlihatkan bahwa keberanian mencoba komoditas baru, disertai konsistensi dan kerja keras, mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Di Lombok Utara, Ratjung Garden tumbuh sebagai inspirasi bahwa pertanian masa depan tidak hanya soal menanam, tetapi juga tentang berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah dari lahan yang dimiliki.***

Share Article

Berita Terbaru

Newsroom

Berita dan pembaharuan terbaru
langsung dari Common Room.

Ratjung Garden, Oase Kebun Anggur Tropis yang Tumbuh di Lombok Utara
This website uses cookies to improve your experience. By using this website you agree to our Privacy Policy.
Read more