Goethe Institut Jakarta bekerja sama dengan
Bandung Center for New Media Arts dan Klab Baca –
Tobucil kali ini menyelenggarakan acara khusus berupa pemutaran
karya seni video. Adapun dalam acara ini, akan ditampilkan
sekumpulan karya video dari para seniman Jerman yang menjadi
nominator dalam acara Penghargaan Video Art Marl 2000-2002.
Selain itu, sebagai program tambahan juga akan ditampilkan
karya-karya video dari Bandung, Jakarta dan Bali.
Karya seni video dari Jerman merupakan kompilasi
video para pemenang acara Penghargaan Video Art Marl periode
2000-2002 (Marler Video-Kunst-Preis 2000-2002), sebuah program
acara 2 tahunan yang telah diselenggarakan 10 kali di Kota
Marl di Jerman. Oleh karena itu, materi yang dipamerkan
di sini tidak dapat dikatakan dapat menggambarkan perkembangan
seni video terkini di Jerman. Namun, melalui materi pameran
kali ini, setidaknya kita dapat melihat bagaimana medium
video sampai saat ini menjadi medium yang semakin diperhitungkan
dalam perkembangan seni rupa dewasa ini.
Adapun para seniman yang menjadi nominasi
dalam penghargaan ini adalah: Jung-Min Bae, Peter Becker,
Stefan Holmeier, Sandra Draschaft, Marc Thurow, Cornelia
Erdmann, Beate Geissler, Oliver Sann, Sven Harguth, Hartmut
Jahn, Min Kim, Susanne Kutter, Eric Lanz, BjØrn Melhus,
Matthias Müller, Claudia-Aline Müller-Hermann,
Ruth Katharina Scheel, Bianca Rampas, Anke Schäfer,
Harald Schleicher, Nora Schmidt, Reni Scholz, Jan Verbeek,
dan Anna Werkmeister. Karya-karya mereka akan diputarkan
secara bergantian dalam pameran ini.
Sementara itu, juga akan diputarkan karya-karya
video dari 9 orang seniman dari kota Bandung dan Ubud (Bali).
Karya-karya ini merupakan kompilasi yang direkomendasikan
oleh Arif (Mahasiswa Jurusan Psikologi UNPAD) dan Roy Voragen
(Ahli Filsafat dan Politik, saat ini mengajar di jurusan
FISIP UNPAD), yang bertindak sebagai kurator yang ditunjuk
untuk melakukan seleksi karya bagi program pameran di Bandung.
Kesembilan karya video yang dipamerkan merupakan pilihan
dari 13 karya video yang diikutsertakan dalam proses seleksi
ini. Para seniman yang karyanya masuk daftar rekomendasi
adalah: Gustaff H. Iskandar, Ariani Darmawan, Prilla Tania,
Rani Ravenina, Frino Bariarcianur, M. Akbar, Dodi Mustafa
(a.k.a DOMUS), R.E. Hartanto, dan seorang seniman Italia-Amerika
yang kini tengah berdomisili di Bali; Filippo Sciascia.
Pemilihan karya seniman-seniman ini tidak dimaksudkan untuk
menandingi karya-karya dari Jerman, melainkan sebuah upaya
untuk mendapatkan karya-karya yang menarik untuk diapresiasi
bersama oleh publik secara terbuka.
Selain acara pemutaran video dari Jerman
dan Kota Bandung, juga akan diadakan acara diskusi mengenai
perkembangan seni video di Indonesia. Acara ini akan menghadirkan
pembicara dari ruangrupa. Rencananya, dalam acara diskusi
juga akan diputar kompilasi karya video yang dikumpulkan
oleh ruangrupa. Ruangrupa sendiri merupakan sebuah kelompok
yang mengelola ruang inisiatif di Jakarta. Pada tahun 2003
mereka menyelenggarakan acara OK Video Festival di Galeri
Nasional Jakarta, sebuah acara 2 tahunan yang secara khusus
memamerkan karya-karya video yang pertama di Indonesia.
Sebagai program sisipan, akan diputarkan kompilasi videoklip
dari rumah produksi Cerahati pada hari Minggu, 27 Juni 2004,
pukul 16.00 WIB. Cerahati merupakan rumah produksi video
dari Bandung yang dikenal sering membuat video klip yang
cenderung eksperimental.
Kyai Gede Utama, 26 Juni 2004
Bandung Center for New Media Arts