Kegiatan ini merupakan sebuah
proyek kerja sama yang melibatkan peserta dari Indonesia
dan Perancis dengan cara presentasi masing-masing peserta
dengan mencoba mendefinisikan "psikogeografisme"
melalui "signes" [tanda-tanda] yang dimiliki masing-masing
negara setelah mendapat pengaruh representasi pada tingkat
dunia.
Teknis
Setiap peserta mempersiapkan 10 gambar mengenai negaranya
sendiri dan 10 gambar mengenai negara lainnya. Gambar-gambar
tersebut dapat berupa ikon, simbol, gambar bersifat resmi
atau karikatural; dapat merupakan karya seni [misalnya La
Marseillaise de Rude atau Ready Made de Duschamp, dll.];
dapat berupa pemandangan atau monumen [misalnya Tour Eiffel,
Centre Pompidou, Metro, dll.]; dapat juga berupa tokoh-tokoh
atau peristiwa-peristiwa [misalnya de Gaulle, Mei 68, Tour
de France, dll.]; atau bisa juga berupa gambar kaleng produk
makanan, poster Mei, formulir pajak, peta transportasi umum,
dll. Di sisi lain, input tersebut bisa juga berupa peribahasa
atau cuplikan tulisan apapun yang ditulis dengan jenis huruf
yang disukai atau gambar apapun.
Seluruh peserta, pada saat
workshop berlangsung, akan mengadakan kontak melalui website.
Kontak berlangsung sejak hari pertama dengan cara mengirimkan
masing-masing gambar, presentasi dari karya yang dibuat,
kemudian masing-masing saling berkomunikasi dengan memberikan
komentar, usulan, atau lainnya, mengenai gambar-gambar yang
dikirimkan. Pada hari berikutnya, pematangan dari gambar-gambar
akan mencakup pengambilan kembali gambar-gambar yang telah
dikirim atau membuat sesuatu yang baru.
Pada hari terakhir, seluruh
peserta akan membuat "cadavre exquis"*) dimana
masing-masing peserta akan mengirimkan gambar-gambarnya
satu persatu secara bergiliran [berselang-selang antara
peserta Indonesia dan Perancis] tanpa mengetahui gambar
sebelum dan sesudahnya. Dengan demikian, setelah seluruh
gambar dikirimkan, akan terbentuk secara berdampingan gambar
para peserta dari kedua negara.
Program
Senin, 22
April 2002.
Peserta dari Perancis sudah mulai membuat gambar sebanyak
20 buah masing-masing 10 mengenai Perancis dan 10 mengenai
Indonesia, berdasarkan pikiran masing-masing.
Selasa, 7 Mei 2002.
14.00 WIB. Silaturahmi.
Pertemuan antara Prof. Michel Wlassikoff dengan staff pengajar
dan peserta workshop.
Presentasi Prof. Michel Wlassikof mengenai workshop.
19.00 WIB. Pembukaan workshop "Signes".
Rabu, 8 Mei 2002.
09.00 WIB. Peserta Indonesia meneruskan gambar-gambar yang
telah dipersiapkan.
14.00 - selesai. Pengiriman gambar dan presentasi mengenai
diri seniman dan gambar yang dibuatnya.
Memberikan tanggapan dan usulan.
Kamis, 9 Mei 2002.
09.00 WIB. Menyelesaikan karya yang dibuat
14.00 WIB. Kontak peserta Indonesia dengan peserta Perancis.
Jumat, 10 Mei 2002.
14.00 WIB. Menyusun "cadavre exquis". Dimulai
dengan mengirimkan satu karya peserta Indonesia, kemudian
satu karya peserta Perancis, demikian seterusnya secara
bergiliran hingga seluruh karya selesai dikirimkan.
16.00 WIB. Diskusi terbuka mengenai workshop dan pameran
grafis "Signes" untuk publik.
*) Mengenai "Cadavre
exquis" atau "exquisite corpse".
1
MS-Encarta
Surrealist Techniques
"One strategy the surrealists used to elicit imagery
from the unconscious is called the “Exquisite Corpse.”
In this collaborative art form, a piece of paper was folded
in four, and four different artists contributed to the representation
of a figure without seeing the other artists' contributions.
The first drew the head, folded the paper over and passed
it on to the next, who drew the torso; the third drew the
legs, and the fourth, the feet. The artists then unfolded
the paper to study and interpret the combined figure."
2
Exquisitecorpse.com
"Among Surrealist techniques exploiting the mystique
of accident was a kind of collective collage of words or
images called the cadavre exquis (exquisite corpse). Based
on an old parlor game, it was played by several people,
each of whom would write a phrase on a sheet of paper, fold
the paper to conceal part of it, and pass it on to the next
player for his contribution.
The technique got its
name from results obtained in initial playing, "Le
cadavre exquis boira le vin nouveau" (The exquisite
corpse will drink the young wine). Other examples are: "The
dormitory of friable little girls puts the odious box right"
and "The Senegal oyster will eat the tricolor bread."
These poetic fragments were felt to reveal what Nicolas
Calas characterized as the "unconscious reality in
the personality of the group" resulting from a process
of what Ernst called "mental contagion."