In May, 2002, Fine Arts Department, Bandung Institute of Technology, in cooperation with Soemardja Gallery, Center Culturel Français Bandung, and Bandung Center for New Media Arts, presented "Signes", a graphic workshop and exhibition. Involving some 30 local artists and art students, Prof. Michele Wlassikoff, conducted the workshop using Internet to exchange the images. In French, around 20 art students responded and sent back the images to Bandung. Cadavre Exquis (Exquisite Corpse) was a method used in the process.

The project aimed to define psychogeograficism through "Signes" (signs) whose own by each country after receiving significant representative influences on an international level.

 
 
Signes

Bandung Center for New Media Arts bekerja sama dengan Prof. Michel Wlassikof, Departemen Seni Murni ITB, Pusat Kebudayaan Perancis - Bandung dan Galeri Soemardja ITB, mengadakan Workshop Grafis "Signes" pada tanggal 7 Mei hingga 10 Mei 2002. Kegiatan ini akan dilanjutkan tanpa kehadiran Prof. Wlassikoff pada bulan Mei dan akan diakhiri dengan pameran di Pusat Kebudayaan Perancis, Bandung.

Kegiatan ini merupakan sebuah proyek kerja sama yang melibatkan peserta dari Indonesia dan Perancis dengan cara presentasi masing-masing peserta dengan mencoba mendefinisikan "psikogeografisme" melalui "signes" [tanda-tanda] yang dimiliki masing-masing negara setelah mendapat pengaruh representasi pada tingkat dunia.

Teknis
Setiap peserta mempersiapkan 10 gambar mengenai negaranya sendiri dan 10 gambar mengenai negara lainnya. Gambar-gambar tersebut dapat berupa ikon, simbol, gambar bersifat resmi atau karikatural; dapat merupakan karya seni [misalnya La Marseillaise de Rude atau Ready Made de Duschamp, dll.]; dapat berupa pemandangan atau monumen [misalnya Tour Eiffel, Centre Pompidou, Metro, dll.]; dapat juga berupa tokoh-tokoh atau peristiwa-peristiwa [misalnya de Gaulle, Mei 68, Tour de France, dll.]; atau bisa juga berupa gambar kaleng produk makanan, poster Mei, formulir pajak, peta transportasi umum, dll. Di sisi lain, input tersebut bisa juga berupa peribahasa atau cuplikan tulisan apapun yang ditulis dengan jenis huruf yang disukai atau gambar apapun.

Seluruh peserta, pada saat workshop berlangsung, akan mengadakan kontak melalui website. Kontak berlangsung sejak hari pertama dengan cara mengirimkan masing-masing gambar, presentasi dari karya yang dibuat, kemudian masing-masing saling berkomunikasi dengan memberikan komentar, usulan, atau lainnya, mengenai gambar-gambar yang dikirimkan. Pada hari berikutnya, pematangan dari gambar-gambar akan mencakup pengambilan kembali gambar-gambar yang telah dikirim atau membuat sesuatu yang baru.

Pada hari terakhir, seluruh peserta akan membuat "cadavre exquis"*) dimana masing-masing peserta akan mengirimkan gambar-gambarnya satu persatu secara bergiliran [berselang-selang antara peserta Indonesia dan Perancis] tanpa mengetahui gambar sebelum dan sesudahnya. Dengan demikian, setelah seluruh gambar dikirimkan, akan terbentuk secara berdampingan gambar para peserta dari kedua negara.

Program

Senin, 22 April 2002.
Peserta dari Perancis sudah mulai membuat gambar sebanyak 20 buah masing-masing 10 mengenai Perancis dan 10 mengenai Indonesia, berdasarkan pikiran masing-masing.

Selasa, 7 Mei 2002.
14.00 WIB. Silaturahmi.
Pertemuan antara Prof. Michel Wlassikoff dengan staff pengajar dan peserta workshop.
Presentasi Prof. Michel Wlassikof mengenai workshop.
19.00 WIB. Pembukaan workshop "Signes".

Rabu, 8 Mei 2002.
09.00 WIB. Peserta Indonesia meneruskan gambar-gambar yang telah dipersiapkan.
14.00 - selesai. Pengiriman gambar dan presentasi mengenai diri seniman dan gambar yang dibuatnya.
Memberikan tanggapan dan usulan.

Kamis, 9 Mei 2002.
09.00 WIB. Menyelesaikan karya yang dibuat
14.00 WIB. Kontak peserta Indonesia dengan peserta Perancis.

Jumat, 10 Mei 2002.
14.00 WIB. Menyusun "cadavre exquis". Dimulai dengan mengirimkan satu karya peserta Indonesia, kemudian satu karya peserta Perancis, demikian seterusnya secara bergiliran hingga seluruh karya selesai dikirimkan.
16.00 WIB. Diskusi terbuka mengenai workshop dan pameran grafis "Signes" untuk publik.

*) Mengenai "Cadavre exquis" atau "exquisite corpse".

1
MS-Encarta
Surrealist Techniques
"One strategy the surrealists used to elicit imagery from the unconscious is called the “Exquisite Corpse.” In this collaborative art form, a piece of paper was folded in four, and four different artists contributed to the representation of a figure without seeing the other artists' contributions. The first drew the head, folded the paper over and passed it on to the next, who drew the torso; the third drew the legs, and the fourth, the feet. The artists then unfolded the paper to study and interpret the combined figure."

2
Exquisitecorpse.com
"Among Surrealist techniques exploiting the mystique of accident was a kind of collective collage of words or images called the cadavre exquis (exquisite corpse). Based on an old parlor game, it was played by several people, each of whom would write a phrase on a sheet of paper, fold the paper to conceal part of it, and pass it on to the next player for his contribution.

The technique got its name from results obtained in initial playing, "Le cadavre exquis boira le vin nouveau" (The exquisite corpse will drink the young wine). Other examples are: "The dormitory of friable little girls puts the odious box right" and "The Senegal oyster will eat the tricolor bread." These poetic fragments were felt to reveal what Nicolas Calas characterized as the "unconscious reality in the personality of the group" resulting from a process of what Ernst called "mental contagion."