In April 'till June 2004, The British Council Jakarta and Bandung Center for New Media Arts organized a workshop and exhibition located at The Library of The British Council Jakarta. Young artists from Bandung and Jakarta were invited to explore and respond the library space for two months working-period. The opening presented Biosampler, a collective multimedia-performance group from Bandung.
 
Participating artists:
Acit
Adi Cumi
Andri Moch.
Anggun Priambodo
Arief Tousiga
Biosampler
Dewi Aditya,
DJ Y
Gustaff H. Iskandar
Hendi Hendarsyah
Hendry Foundation
Indra Ameng
J.D. Avianto
Puji Siswanti
Siti Nazariah
 
 
 
4 April 2002 - Juni 2002
Kerja sama dengan British Council

The Rhizome Project

Rhizome adalah tumbuhan menjalar dengan akar merambat di dalam tanah dan daun menjalar di atas permukaan, dan tidak memiliki pucuk seperti pohon-pohonan, serta tidak bergantung pada akar tunggal. Berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhizomat atau rhizoma, rhizome adalah suatu model pertumbuhan umbi-umbian atau tumbuhan merambat, yang tidak bergantung pada akar tunggang, tetapi mampu bertumbuh melalui pelipatgandaan (multiplicity) akar, kombinasi, serta melalui proses deteritorialisasi dan reteritorisalisasi untuk menghasilkan satu aransemen baru, yang dapat dibayangkan sebagai sebuah model pertumbuhan yang tidak terpusat (hirarkis), tetapi memiliki model pertumbuhan yang mandiri, namun sekaligus saling bertaut antar satu dengan yang lainnya.

Sebagai sebuah titik tolak bagi "studi kasus", The Rhizome Project ini akan menitik-beratkan kegiatannya pada pencatatan akan ruang-ruang gagasan dan catatan-catatan yang mungkin muncul di dalam konteks ruang dan waktu yang berkaitan dengan pembicaraan di atas. Proyek ini adalah sebuah tawaran untuk melakukan pendekatan eksplorasi estetik sebagai sebuah medan pilihan, sebagai sebuah rangkaian peristiwa-peristiwa. The Rhizome Project kemudian menjadi bagian dari upaya untuk melakukan pendekatan kekaryaan yang tidak hanya berhenti pada produksi obyek-obyek estetik, tetapi juga melihat ini sebagai sebuah model pendekatan yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah konteks ruang, waktu dan kondisi-kondisi tertentu.

Dalam prosesnya kemudian, The Rhizome Project ini akan memberlakukan konteks ruang, waktu dan kondisi-kondisi yang ada sebagai sebuah wacana, yang memberikan kemungkinan akan tafsir maupun pencarian pembacaan yang memungkinkan munculnya bentukan-bentukan baru bagi pendekatan aktifitas estetika yang ada.

Konteks
Gagasan serta pemikiran bentukan The Rhizome Project ini terutama sekali mempunyai beberapa elemen konteks yang merupakan dasar bagi keberadaan proses redefinisi yang akan dilakukan. Elemen-elemen konteks itu adalah:

Ruang
Sebagai sebuah penanda tempat, gedung The British Council adalah sebuah kumpulan ruang yang telah memiliki identitas ataupun konteks awal berupa ruang-ruang yang telah memiliki latar keberadaan yang sangat jelas. Ruang-ruang di dalam gedung The British Council adalah sebuah penanda tempat yang telah memiliki identitas berupa fungsi dan teritori-nya sendiri. Hal ini tentu saja didasari oleh kepentingan-kepentingan yang ada di seputar keberadaan gedung The British Council. Terkait dengan pembicaraan ini, identitas ataupun konteks awal ini kemudian tercitrakan sebagai sebuah mitos yang masih menyisakan peluang untuk dibaca dan di-definisikan kembali. Dalam kaitan inilah The Rhizome Project kemudian menawarkan peluang pembacaan atas mitos-mitos yang ada di seputar keberadaan Gedung The British Council.

Waktu
Waktu adalah sebuah entitas yang sama sekali berbeda dengan ruang. Meskipun keduanya adalah sebuah fluida yang dapat mengalir, apabila ruang masih menyisakan kemungkinan kontrol, waktu sepertinya berada di luar kendali kita. Ia senantiasa bergerak maju, dengan percepatan yang juga berada di luar jangkauan kita. Hal inilah yang kemudian mendorong kita untuk menciptakan arti bagi sekuens-sekuens waktu untuk dapat merasakan kehadirannya. Bagaimana proses penciptaan sekuens-sekuens yang ada di dalam konteks ruang dan waktu tertentu sampai saat ini tentu saja masih menyisakan catatan-catatan yang menarik untuk di baca.

Kondisi/Kejadian/Peristiwa
Pembicaraan mengenai ruang dan waktu tentu saja tidak dapat dilepaskan dari peristiwa-peristiwa di dalamnya. Namun, kemunculan sebuah peristiwa tentu saja sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi awal yang ada di seputar keberadaannya. Hal ini kemudian akan membawa kita pada suatu model pembicaraan yang kompleks, karena masalah ruang, waktu dan kondisi-kondisi yang ada kemudian merupakan kombinasi yang dapat menghasilkan peristiwa-peristiwa ataupun sesuatu yang sama sekali tidak terduga kemungkinan pemunculannya.

Peserta
Peserta yang dipilih adalah seniman-seniman muda yang bekerja dan berdomisili di kota Bandung dan Jakarta. Keunikan konteks asal kediaman dari masing-masing seniman ini berpengaruh saat mereka harus menyikapi keberadaan gedung The British Council yang notabene berdiri di dalam konteks kota Jakarta. Pada prosesnya lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat juga diikuti oleh publik secara terbuka.

Adapun seniman-seniman yang tercatat akan mengikuti kegiatan ini adalah:

David Tarigan, Siti Nazariah, Tandun, Adi Cumi, Acit, Yuna, Syagini Ratnawulan, Sat N.B, Dendy Darman, Gustaff H. Iskandar, Dewi Aditya, J.D. Avianto, Arief Tousiga, Hendy Hermansyah, Nishkra, Indra Ameng, Henry Batman, Reza Asung, Albertus Wisnumurti, Andry Moch., Tiarma D. Sirait, dan lain-lain.

Hasil Akhir
Hasil akhir dari kegiatan ini adalah sebuah Post-Event Catalogue yang tidak hanya merekam berbagai objek kesenian yang ditampilkan dan proses pengerjaan setiap objek-objek kesenian yang ada pada saat event ini terjadi, tetapi juga merekam reaksi dari publik saat berhadapan dengan beragam bentukan kesenian yang terjadi saat itu, serta wacana-wacana ataupun diskursus yang berlangsung, dari artist talk serta diskusi publik. Post Event Catalogue adalah sebuah simpul akhir yang penting bagi keseluruhan kegiatan The Rhizome Project, karena tidak hanya menjadi media perekam, tetapi juga bukan tidak mungkin menjadi media perkembang-biakan dari bentukan kegiatan ini.