| PROJECT
DESCRIPTION
Proyek ini merupakan sebuah upaya untuk membangun
peta kecil yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan
berbagai komunitas kreatif yang sampai saat ini terus
berkembang di kota Bandung. Setidaknya sejak periode
1994 s/d 1995, kemunculan berbagai komunitas anak
muda yang memproduksi kebutuhan sehari-hari mereka
secara mandiri dapat dikatakan ikut menandai babak
baru perkembangan budaya urban di kota ini. Hal ini
setidaknya juga ikut dipengaruhi oleh berkembangnya
wacana DIY (do it yourself), yang pada sekitar tahun
1995 memang menjadi bahan perbincangan yang populer
diantara komunitas punk & skateboard yang ada,
termasuk diantaranya pada beberapa komunitas anak
muda seperti TL (Taman Lalu Lintas), Reverse (Sukasenang),
PI (Belakang BIP), Harder (Cihampelas), Riotic (Simpang
Dago), dsb.
Selanjutnya perkembangan ini juga
ikut didorong oleh krisis ekonomi yang terjadi pada
sekitar tahun 1996, yang kemudian ikut memotivasi
beberapa komunitas untuk memproduksi kebutuhan mereka
sendiri karena melambungnya harga barang-barang impor
yang biasa mereka konsumsi. Selain produk musik dan
fashion, beberapa komunitas yang ada juga banyak memproduksi
& menyebarkan informasi dengan menggunakan berbagai
media, dari mulai website, zines, poster, videoklip,
stiker, pin, majalah dsb. Hampir semua dibuat dengan
memanfaatkan keahlian dalam menggunakan berbagai instrumen
teknologi – dari yang paling sederhana sampai
pada penggunaan instrumen teknologi terkini –
seperti misalnya mesin sablon, mesin cetak, mesin
fotokopi, jaringan radio, jaringan internet, sms,
komputer rakitan, dan juga termasuk penggunaan software
bajakan.

|