October 2002. Four artists went to Douala, Cameroon, Central Africa to realized Bessengue City project. Cooperated with local Community Development, the artists and locals developed a shelter (conducted by Jesus Palomino) and a radio station (conducted by James Beckett) covering 1 km wide area. The place and the facility turned to be a center of meeting and communication among locals in Bessengue. This project was made possible by the sponsor of RAIN Artists' Intiative Network & The Dutch Ministry of Foreign Affairs/DCO/IC.

Participating artist:
James Becket (UK/South Africa)
R.E. Hartanto (Indonesia)
Goddy Leye (Cameroon)
Jesus Palomino (Spain)

Related Links:
RAIN: Bessengue City Project
The Power of Culture: Art Bakery
The African Colours: Bessengue City
 
 
Bessengue City

Sinopsis

Pada bulan Oktober 2002, sekelompok seniman dari Afrika Selatan, Indonesia, Spanyol dan Kamerun berinteraksi dengan masyarakat di Bessengue [populasi 10.000 jiwa] di kota Douala, Kamerun. Proyek ini didanai oleh RAIN Artists' Initiative Network & The Dutch Ministry of Foreign Affairs/DCO/IC.

Kegiatan mereka akan dibangun berdasarkan empat poros utama:

1. Pembangunan stasiun radio kecil dengan jangkauan 1 km.
2. Pembuatan ulang film populer dengan melibatkan penduduk sebagai pemain.
3. Pembangunan gubuk dengan alat-alat dari tempat sampah di Amsterdam, Belanda.
4. Pembangunan komunikasi sederhana antara Bessengue dan Bandung.

Poros-poros kegiatan ini dimaksudkan untuk saling mencakup satu dengan lainnya.

Sejarah
Pada bulan Nopember 2001, Bili Bidjoka [perupa Kamerun yang tinggal di Brussels] dan Goddy Leye diminta untuk mengatur sebuah workshop internasional yang melibatkan 23 orang seniman dari berbagai negara di daerah tersebut. Hasilnya terbukti amat populer dan ada permintaan yang kuat dari masyarakat setempat untuk membuat proyek kesenian lebih lanjut.

Masyarakat Bessengue terorganisasi dalam sebuah komite pembangunan yang mencari pemecahan masalah yang mereka hadapi dan mereka pikir, seni kontemporer seharusnya memainkan peranan tertentu dalam membentuk pandangan masyarakat. Interaksi antara seniman internasional dengan penduduk dan seniman lokal tidak sering terjadi. Proyek Bessengue City berusaha mewujudkan hal itu.

Rencana jangka panjang yang dituju adalah menyiapkan sebuah pusat new media arts yang bisa dijangkau seniman-seniman di Afrika Tengah melalui diskusi, penyajian, workshop, residensi singkat dan seminar ilmu pengetahuan dan keahlian teknologi baru di dalam wacana seni rupa kontemporer.

Stasiun Radio
Sebuah stasiun radio eksperimental dengan jangkauan sekitar 1 km akan dibangun dengan menggunakan teknologi yang murah dan sederhana. Remaja dari daerah sekitar akan menjalankan radio ini selama masa proyek, menyiarkan informasi yang relevan atau musik dari daerah tersebut. Sekelompok "jurnalis" akan dibentuk berdasarkan ketertarikan komunikasi mereka dan kemampuan bekerja sama. Seniman akan membangun sebuah program dan jadwal siaran dengan para remaja. Ini akan menjadi sumber informasi utama dalam pembangunan proyek. Beberapa materi seperti jingle akan dibuat di Amsterdam semata-mata untuk kepentingan proyek.

Gubuk
Di daerah ini, gubuk sederhana yang tidak tahan lama yang dibangun dengan barang-barang temuan sudah lazim ditemukan. Pembangunan gubuk serupa dengan sentuhan dan tujuan artistik dengan menggunakan barang-barang temuan dari tempat-tempat yang berbeda tak diragukan lagi akan merangsang perenungan arsitektur, perumahan dan gubuk. Seluruh pertanyaan ini akan memainkan peranan penting dalam menjabarkan kembali apa yang akan menjadi pemandangan kota di Bessengue.

Pembuatan Film
Di tempat ini, para remaja menerima begitu banyak informasi visual dan cerapan dari film-film Hollywood yang ditampilkan dalam sebuah ruangan kecil yang disebut "Klub Video". Kebanyakan film-film ini adalah film bajakan yang datang dari Asia melalui Nigeria. Kami bermaksud mengadakan sebuah pengamatan, film apa yang paling populer di sini dengan membuat daftar, lalu memilih film yang berada di puncak daftar tersebut dan membuat ulang satu adegan dari film tersebut dengan melibatkan penduduk lokal. Adegan ini akan disunting dan kemudian ditampilkan di Klub Video Bessengue. Poster dengan desain khusus untuk pemutaran perdana film ini akan memuat informasi mengenai film tersebut dan seluruh proyek.

Komunikasi Sederhana
Satu orang subyek di Bessengue akan dipilih untuk "berbincang-bincang" dengan satu orang subyek lain di Bandung, Indonesia. Kami memilih satu orang wanita di masing-masing tempat, berusia antara 35 hingga 45 tahun, yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Komunikasi sederhana akan dibentuk melalui kontak di Bandung dan Bessengue, pada saatnya kedua subyek ini akan saling bertegur sapa secara tidak langsung dan hasilnya akan ditayangkan di internet. Di akhir masa proyek, masing-masing subyek akan menerima sebuah buku yang berisi informasi secukupnya mengenai proses komunikasi mereka.

Poster
Gambar-gambar dari sekelompok orang di Bessengue diambil pada kunjungan Goddy terakhir di bulan Desember 2001. Gambar-gambar ini akan disunting dan diubah melalui program komputer, dicetak dan ditempelkan di beberapa tempat di Bessengue. Melalui proyek ini, orang-orang yang dalam kehidupan sehari-harinya berada di balik layar akan diangkat ke permukaan sosial masyarakat melalui seni. Beberapa orang penduduk Bessengue akan berubah menjadi ikon-ikon sementara.

Alasan
Seni biasanya dirancang di tempat-tempat dimana penduduk seperti di Bessengue dikebelakangkan. Bila beberapa seniman sewaktu-waktu memikirkan mereka, biasanya sebuah proyek dilakukan atas nama seniman tanpa benar-benar melibatkan penduduk. Di sisi lain, lembaga-lembaga dari Brettonwoods masih mempercayai bahwa rencana pembangunan tidak perlu dipenuhi dengan isu budaya. Alih-alih menggunakan isu-isu budaya, pembangunan dicukupi untuk investasi keuangan.

Gagasan bahwa seni bisa menjadi alat untuk membentuk apa yang mereka sebut sebagai pembangunan, dibawa oleh masyarakat Bessengue sendiri melalui komite pembangunan mereka. Proyek Bessengue City tak ragu lagi akan membantu untuk menemukan sebuah potret daerah baru dan orang-orangnya, arsitektur dan perencanaan urban akan diselidiki dan dipertanyakan melalui pembangunan gubuk, sementara poster dan pembuatan ulang film akan memasukkan penduduk setempat ke dalamnya.

Seni dan Isu Sosial
Seni tidak berpura-pura untuk memecahkan masalah disini. Seni semata-mata hadir untuk membentuk pandangan-pandangan tertentu saja.

Para Seniman
Empat orang seniman, sementara ini tinggal dan berkarya di Amsterdam, Negeri Belanda, akan terlibat dalam proyek ini. Mereka adalah: James Beckett, datang dari Afrika Selatan, dilahirkan di Zimbabwe dan memiliki paspor Inggris. Secara alamiah James merupakan persona serba-budaya dan secara sempurna akan cocok dengan proyek yang melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda tetapi memutuskan untuk membentuk sebuah kesamaan masa depan. James banyak bekerja dengan alat-alat elektronik dan amat antusias dengan gagasan mendirikan sebuah stasiun untuk penduduk Bessengue. R.E. Hartanto, datang dari Indonesia, bekerja dengan komputer dan internet. Film yang dibuat di Bessengue bisa jadi akan ditampilkan di internet dalam waktu dekat. Jesus Palomino, datang dari Spanyol dan amat terlibat dengan isu-isu di sekitar jenis arsitektur yang spesifik, gubuk untuk tuna wisma dan bangunan-bangunan lain yang bersifat rapuh dan sementara. Jesus bermaksud mengajukan karya-karyanya dengan kenyataan yang ada di Bessengue. Goddy Leye, datang dari Kamerun dan terlibat dalam proyek-proyek sebelumnya yang dibuat di daerah tersebut, Goddy bermaksud menyingkapkan keindahan Bessengue melalui film.