“AFTER
PARTY” Fashion Performance
Artist: Tiarma Dame Ruth Sirait
In collaboration with:
Martha Widjaya– Fashion Illustrator
Adhya Ranadireksa – Photographer
Krishna Satmoko (N’cheese) – Photographer
Prilla Tania – Video Artist
Hendi Hendriansyah – Party Maker
Biosampler
Currator: Gustaff H. Iskandar
“How
wondrous! How wondrous!”
A dress has no life
of its own unless it is worn, and as soon as this happens
another personality takes over from you and animates it,
or tries to, glorifies or destroys it, or makes it into
a song of beauty.
We are bombarded today
by such a quantity of images that we can no longer distinguish
direct experience from what we have seen for a few seconds
on television. The memory is littered with bits and pieces
of images. As you can see it today.
One way to look at the
future being digital is to ask if the quality of one medium
can be transposed to another.
Now, for nothing is
really itself anymore. There are pieces of this and pieces
of that, but none of it fits together….Everything
falls apart, but not every part of everything, at least
not at the same time. They regarded us as a piece of fiction-like
one of their movies-which they could edit and improve.
And it sickens me in
and out. Thinking who am I over and over again.
Thus, doubts and indecisions
I had before were completely dissolved (again) like a piece
of thawing ice. I called out loudly “How wondrous!
How wondrous!”
|
Subversive
Fashion
Dilahirkan di Bandung pada tanggal 14 Oktober 1968, Tiarma
Dame Ruth Sirait (biasa dipanggil Ama), dikenal sebagai
desainer fashion yang aktif menggelar pameran di berbagai
tempat, dari mulai ruang publik, sampai pada tempat-tempat
khusus seperti kafe, night club, dan galeri seni rupa. Seiring
dengan perkembangan karirnya, selain mengikuti berbagai
acara peragaan busana dan pameran-pameran seni rupa, ia
juga menempuh jalur pendidikan formal di berbagai institusi
pendidikan seperti Bandung Design Education Center (1987),
Studio Desain Tekstil – FSRD ITB (1988-1994), dan
Fashion Design Studio di Royal Melbourne Institute of Technology
(1996).
Tiarma
selama ini dikenal juga sebagai desainer fashion yang eksentrik.
Terbiasa memadukan berbagai elemen fashion yang saling bertubrukan,
pada karyanya kita dapat menemukan nuansa parodi dan ironi,
yang terkadang juga dibalut dengan eksploitasi akan aroma
sensualitas yang dibarengi dengan selera humor yang segar.
Mungkin ini juga yang membedakan Tiarma dengan desainer
fashion yang ada selama ini. Melalui karya-karyanya, kita
dapat melihat bagaimana karya fashion dapat juga menjadi
karya personal yang menggigit dan memiliki kekuatan untuk
menjadi subversif.
Dalam
pameran ini, Tiarma kembali akan menggelar koleksinya dengan
melakukan kerja kolaburasi dengan beberapa seniman dan fotografer.
Karyanya dimunculkan melalui event pameran seni rupa yang
menampilkan kembali koleksi kostum rancangannya, dilengkapi
dengan berbagai materi dokumentasi yang dikumpulkan dari
acara pesta kostum yang telah dilangsungkan sebelumnya.
Selain koleksi rancangan Tiarma, juga akan dipamerkan karya
fotografi dan video yang mendokumentasikan peristiwa pesta
kostum tersebut, yang melibatkan publik secara terbuka.
Materi
pameran: kostum, fotografi, video |