Penyelenggara: Unesco -
Aschberg Bursaries, Yayasan Kelola, Selasar Sunaryo Art
Space, bekerja sama dengan Lawang Art Foundation, Departemen
Seni Murni FSRD ITB, Bandung Center for New Media Arts dan
Ruangrupa.
Latar Belakang
Program residensi seniman adalah aktivitas di bidang seni
budaya yang dilangsungkan dengan cara mengundang seniman
dari wilayah geografis yang lain untuk tinggal dan bekartja
di suatu lingkungan yang spesifik dalam jangka waktu tertentu.
Program ini biasanya dilaksanakan oleh lembaga- lembaga
seni budaya seperti galeri, rumah pertunjukan, institusi
seni dan lain- lain, yang biasanya dirancang berdasarkan
asumsi bahwa kondisi sosial budaya suatu tempat sangat berpengaruh
terhadap kreativitas dan proses berkarya seorang seniman.
Saat ini, asumsi tersebut
telah mengalami perluasan. Interaksi dengan kelompok sosial
baru diharapkan bukan hanya melahirkan karya- karya baru,
akan tetapi yang lebih hakiki lagi adalah kesadaran dari
pihak- pihak yang berpartisipasi, bukan saja seniman, akan
tetapi juga pengelola, kritikus seni, publik, dll dalam
memahami dan menghargai keunikan & keberagaman manusia
sebagai individu maupun kelompok, yang terwujud dalam cara
kerja dan produk budayanya. Selama satu sampai dua dekade
terakhir program residensi seniman internasional yang dilangsungkan
di berbagai belahan dunia telah berupaya menggalang pemahamansilang
budaya antar wilayah/ bangsa.
Visi & Misi
Semenjak awal dekade 90an UNESCO sebagai lembaga PBB yang
bergerak di bidang seni budaya, merancang program residensi
seniman internasional di beberapa negara di berbagai belahan
dunia. Tahun ini Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) menjadi
salah satu tuan rumah di Indonesia yang dipilih UNESCO untuk
menyelenggarakan program tersebut.
Kerjasama SSAS dengan Lawang
Art Foundation, Departement Seni Murni ITB, Bandung Center
for New Media Arts, berniat mendorong terciptanya infrastruktur
senirupa, yang membuka ruang eksplorasi, komunikasi dan
jaringan kerja antar seniman di berbagai wilayah.
"Artist in
Residence"
Carolyn Black, seorang seniman berkebangsaan Inggris, terpilih
untuk tinggal dan bekerja di Bandung selama dua bulan, sejak
23 Agustus 2002. Selain dikenal sebagai seniman, Carolyn
juga aktif sebagai kritikus dan organizer event seni rupa
di Inggris. Tulisan- tulisannya telah diterbitkan oleh beberapa
jurnal dan salah satunya mendapatkan penghargaan SWA Critical
Writing Award. Saat ini tengah bekerja sebagai project manager
sebuah event seni rupa international di Bristol.
Bentuk & Jadwal
Kegiatan
Program ini dibagi menjadi beberapa sub kegiatan yang dirancang
oleh pengelola program dan seniman terpilih, berdasarkan
kebutuhan kedua belah pihak, yakni:
Proyek Personal 3 September
- 3 October 2002
Lecture at ITB 18 September 2002
Workshop 6 - 17 Oktober 2002
Biosampler, Translingual [Bandung]. Ruangrupa [Jakarta].
Pameran 18 - 26 Oktober 2002
Di samping itu akan dilakukan
beberapa penulisan & publikasi diberbagai media massa,
dokumentasi video & photo, artist talk & diskusi,
kunjungan ke berbagai organisasi/ institusi seni di Bandung
& Yogyakarta serta post event production, yang akan
menjadi media publikasi yang disebarkan ke institusi/ jaringan
kerja internasional.